Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

News & Updates

Setelah Chevron Mundur, Aset Terbarukan Ini Ditawarkan ke PLN

Ida Nuryatin Finahari, Direktur Panas Bumi, Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan bahwa pemerintah menawarkan kembali wilayah panas bumi itu kepada PLN setelah salah satu BUMN lainnya meminta untuk menunda penugasan.

“Pada pekan ini, kami baru akan koordinasikan kembali. Apakah memang benar tidak berminat atau seperti apa,” katanya, Selasa (22/1/2019). Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Gunung Ciremai memiliki potensi sumber daya panas bumi sebesar 150 megawatt (MW).  Namun, pengembangan yang direncanakan hanya sebesar 110 MW.

Sebelumnya, Chevron Geothermal Indonesia menjadi peserta tunggal dalam lelang WKP Gunung Ciremai sehingga otomatis menjadi pemenang pada 2011 untuk mengembangkan panas bumi di wilayah itu. Namun, pada 2015, Chevron menyatakan mundur dari WKP Gunung Ciremai. Selain adanya penolakan dari masyarakat setempat, alasan kemunduran Chevron juga karena cadangan panas bumi di wilayah tersebut tidak ekonomis untuk dikembangkan.

Terkait penolakan masyarakat, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat hingga Desember 2016. Kelompok masyarakat setempat telah memahami pentingnya pengembangan wilayah tersebut untuk pembangkit listrik panas bumi. Sebelumnya, masyarakat setempat mengkhawatirkan bahwa kegiatan pengembangan WKP Gunung Ciremai berpotensi menimbulkan bau dan asap belerang hingga lumpur panas di lingkungan sekitar.

Kelompok masyarakat tersebut juga menginginkan agar pemerintah menugaskan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menggarap WKP Gunung Ciremai. Pasalnya, kelompok masyarakat itu berpandangan bahwa lelang WKP Gunung Ciremai berarti pemerintah menjual aset tersebut kepada Chevron. Padahal, wilayah tersebut masih  menjadi aset pemerintah yang kemudian dikembangkan oleh kontraktor.

Source: bisnis.com

© 2018 Indo Renergy Expo & Forum organised by PT Napindo Media ashatama. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.