Panas Bumi Belum Dimaksimalkan

Jakarta, Kompas - Pemanfaatan energi terbarukan panas bumi jelas-jelas menghemat bahan bakar minyak. Produksi listrik 1.000 megawatt dari panas bumi selama 30 tahun dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak 465 juta barrel atau sekitar 73,935 miliar liter. Namun, produksinya masih jauh dari optimal.

”Di sini (Indonesia) Arab Saudinya panas bumi,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Adiatma Sardjito pada diskusi ”Act Creativity, and Technologies”, di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (20/6).

PLN Siap Beli Listrik Energi Terbarukan dari 3 Perusahaan

Jakarta - PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan pihak PT Supreme Energy Rantau Dedap, sebuah konsorsium perusahaan yang beranggotakan PT Supreme Energy, GDF Suez, dan Marubeni Corporation.

Prioritaskan Panas Bumi dalam Pengembangan Energi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengembangan energi terbarukan mesti menjadi prioritas pengelolaan energi nasional. Hal ini seiring perkembangan ekonomi, kebutuhan listrik Indonesia yang meningkat pesat rata-rata lebih dari 7 persen per tahun, dan sebagian besar dipasok dari sumber energi fosil yang makin terbatas.  

Direktur Konservasi WWF Indonesia Nazir Foead menyampaikan hal itu dalam siaran pers pada acara peluncuran Laporan WWF Indonesia berjudul "Menyalakan Cincin Api: Sebuah Visi Membangun Potensi Panas Bumi Indonesia", Kamis (5/7/2012) di Jakarta.

Program Listrik 10 Ribu MW Pakai Energi Terbarukan

INILAH.COM, Jakarta - PT PLN menyebutkan, saat ini pihaknya telah melakukan pengembangan proyek pembangkit listrik 10.000 mega watt (MW) tahap dua (Fast Track Program-2/FTP-2) sebagai wujud rasio elektrifikasi nasional.

FTP-2 ini akan dikerjakan dengan mengutamakan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai konsumsi bahan bakar PLN. Direktur Konstruksi PLN, Nasri Sebayang meyampaikan, pengembangan proyek ini antara lain bakal mengembangkan PLTA sebesar 1.753 MW, PLTP 4.925 MW, PLTU 3.025 MW, PLTG 280 MW, dan PLTGB 64 MW.

Renewable Energy, Real Solutions for Indonesia

Greenpeace Organisation, June 28, 2012

Geothermal potential in Indonesia is approximately 29 000 Gw.  Hydropower is estimated at 75,000 Mw. Since January 2009, the Village of Cinta Mekar, Subang, West Java, build and manage micro-hydro power plants of 120 Kw. Moreover, until recently, Kasepuhan Ciptagelar, Banten Kidul, West Java, has 9 pieces of pikohidro and micro hydropower plant (25 KW micro hydro-power, 500-watt powered pikohidro). And Mansinam island, West Papua, with Greenpeace and local community build solar power plants and wind plants for 1 Kw for lighting for the community

Page 3 of 6

Who's Online

We have 41 guests and no members online

Exhibition Hours

Wed, 27 June : 10.00-18.00
Thu, 28 June  : 10.00-18.00
Fri, 29 June    : 10.00-17.30

Venue:
Grand City Convex, Surabaya - Indonesia

Contact us

PT Napindo Media Ashatama

Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10, Komplek Billy Moon Pondok Kelapa
Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963
Email:
info@indorenergy.com

© 2017 Indo Renergy Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised by PT Napindo Media Ashatama