Gas Bumi, Kini Jadi Andalan Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - Produksi gas bumi Indonesia pada 2013 ditargetkan mencapai 1,517 juta barel setara minyak per hari, lebih besar dari minyak bumi yang direncanakan 900.000 barel per hari.

Gas bumi kini menjadi incaran investor dalam dan luar negeri karena harganya yang cukup menggiurkan. Padahal dulu, energi tak terbarukan ini diabaikan.

Selain itu, gas bumi saat ini juga menjadi salah satu andalan pendapatan negara dari subsektor migas. Mulai 2013, pendapatan dari gas bumi masuk dalam APBN. Sebelumnya, hanya minyak bumi saja yang masuk dalam perhitungan APBN.

"Kalau hanya bicara lifting minyak (dalam APBN), kita kusut. Sekarang gas sudah masuk dalam perhitungan APBN, lebih cerah," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik seperti dikutip situs Kementerian ESDM, Kamis (21/2/2013).

Harga gas di pasar dunia sekitar US$ 12-18 per MMBTU. Dulu, ketika Indonesia pertama kali mengembangkan gas bumi, harga ekspornya hanya sekitar US$ 3 per MMBTU. "Dulu gas diekspor murah. Istilahnya, masih untung ada yang beli," ujar Wacik.

Seiring perkembangan ekonomi Indonesia, dalam negeri membutuhkan banyak gas. Untuk memenuhinya, Pemerintah terus mengembangkan gas baik konvensional maupun non konvensional seperti gas metana batu bara (CBM) dan shale gas.

Selain tetap mengekpor gas untuk memperoleh pendapatan negara, sebagian produksi gas dialokasikan untuk domestik. Komposisi produksi gas untuk domestik tahun 2012 mencapai 45,4%, ekspor 46,2% dan losses 8,6%.

Untuk domestik, gas dimanfaatkan bagi pabrik pupuk, kilang, petrokimia, kondensasi, LPG, PGN, PLN, Krakatau Steel, gas kota, industri lain, LNG domestik dan pemakaian sendiri. Dalam menyalurkan gas untuk domestik, pemerintah masih terkendala infrastruktur.

Apalagi sebagian lapangan gas berada di offshore. Agar gas dapat disalurkan ke daerah yang membutuhkannya, dibangun sejumlah proyek infrastruktur seperti pipa gas dan FSRU. Rencananya, sebanyak 8 proyek akan rampung pada 2014. Sejumlah proyek pengembangan gas bumi yang terus didukung Pemerintah, antara lain Natuna D Alpha yang potensinya sekitar 46 TCF, Tangguh Train 3 8,09 TCF, Donggi Senoro 2,8 TCF dan Masela 9,18 TCF.

Source: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1960373/gas-bumi-kini-jadi-andalan-indonesia#.USW-vmeYFgk

Who's Online

We have 40 guests and no members online

Exhibition Hours

Wed, 27 June : 10.00-18.00
Thu, 28 June  : 10.00-18.00
Fri, 29 June    : 10.00-17.30

Venue:
Grand City Convex, Surabaya - Indonesia

Contact us

PT Napindo Media Ashatama

Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10, Komplek Billy Moon Pondok Kelapa
Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963
Email:
info@indorenergy.com

© 2017 Indo Renergy Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised by PT Napindo Media Ashatama