Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

News & Updates

Maskeei : Pengembangan EBT Perlu Diikuti Penggunaan Energi Secara Efisien

Dia mencontohkan, penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap selama ini dikeluhkan karena bersifat intermiten dan produksi listrik yang rendah. Padahal, jika masyarakat mau melakukan efisiensi, yakni menyesuaikan antara kebutuhan dan produksi listrik yang mampu dihasilkan PLTS atap, tidak akan ada kendala dalam pemasangan teknologi tersebut. 

Menurutnya, Indonesia sudah harus berbenah untuk menggunakan energi secara bijak. Pada 1970-1980, Indonesia yang kaya akan energi mulai dari fosil hingga EBT melakukan eksploitasi berlebihan. 

Saat ini, cadangannya semakin berkurang sehingga terpaksa melakukan transformasi. "Dulu kita memproduksi 1,6 million barrel oil equivalent per day, sekarang hanya 700.000 barrel oil equivalent per day," katanya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah negara dalam mengembangkan bisnis di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi energi.

Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Eddy Hussy mengatakan pihaknya sedang menjajaki sejumlah kerja sama dengan pengusaha asal luar negeri mulai dari Swedia, Korea Selatan, maupun Jepang untuk mengembangkan bisnis EBT dan konservasi energi. Tren dunia yang mulai mengembangkan teknologi EBT dan konservasi energi mendorong semakin banyak pengusaha Indonesia untuk membuat bisnis ini memiliki tarif murah dan kompetitif di Indonesia. 

© 2018 Indo Renergy Expo & Forum organised by PT Napindo Media ashatama. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.